Sabtu, 01 April 2017

PSIKOLOGI PENDIDIKAN & RUANG LINGKUP


Definisi Psikologi pendidikan
Psikologi terdiri atas dua kata, yaitu psyche dan logos, psche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos  artinnya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan dengan ”ilmu Jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai soul atau roh, tetapi lebih kepada mempelajari gejala – gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang atau spirit dari manusia sebagai makhluk yang berjiwa.
Manusia terdiri atas jasmani dan rohani. Jasmani sama dengan badan atau anggota tubuh, sedangkan rohani sering diartikan dengan jiwa. Fungsi badan atau tubuh bergantung pada jiwa karena jiwalah yang membuat tubuh dapat berfungsi. Orang yang jiwanya diambil Tuhan, berarti tubuhnya mati. Jiwa berbeda dengan jasmani atau tubuh karena jiwa bukan sesuatu yang bersifat materi sehingga jiwa tidak dapat dipelajari secara langsung, melainkan melalui tubuh. Segala sesuatu yang diperlihatkan oleh tubuh melalui perilaku tertentu dipelajari sebagai bagian dari gambaran jiwa.
Psikologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sifat – sifat kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi perilaku dan kepribadiannya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya. Jadi jiwa mengandung pengertian – pengertian, nilai – nilai kebudayaan dan kecakapan – kecakapan.
Pendidikan berasalah dari kata “didik”, lalu kata ini mendapat awalan me sehingga “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.  Selanjutnya , pengertian “pendidikan”  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber – sumber untuk membantu anda melaksankan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar-mengajar secara lebih efektif (Barlow: 1985). Dalam definisi lain (Tardif: 1987) psikologi pendidikan sebagai sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

·        Adapun ruang lingkupnya, meliputi :
1. Situasi atau tempat yang berhubungan dengan mengajar dan belajar.
2. Tahapan – tahapan dalam mengajar dan belajar.
3. Hasil – hasil yang dicapai oleh proses mengajar dan belajar.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah pemahaman dari uraian psikologi yang dalam penguraian lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat hubunhgannya dalam masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar.
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan banyak dikemukakan oleh para ahli, diantaranya hal ini dikemukakan oleh Crow & Crow yang menjelaskan ruang lingkup pendidikan dalam beberapa poin, diantaranya; sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar, sifat-sifat dari belajar itu sendiri, hubungan tingkat kematangan dengan kesiapan belajar atau yang disebut dengan learning readiness.
Selain itu, perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama proses belajar, hubungan antara prosedur mengajar dan hasil belajar peserta didik, cara atau teknik yang sangat efektif untuk kemajuan belajar dan akibat/ pengaruh psikologis yang ditimbulkan para peserta didik oleh kondisi sosiologis dan sebagainya.
Pada intinya, psikologi pendidikan itu ruang lingkupnya membahas tentang hereditas dan lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan, hasil proses pendidikan dan pengaruhnya, potensial dan karakteristik tingkah laku, dan evaluasi belajar.

Recent search terms:
1.     Manfaat psikologi pendidikan
2.     Pengertian psikologi pendidikan
3.     Ruang lingkup psikologi pendidikan
4.     Ruang lingkup tujuan serta manfaat mempelajari psikologi pendidikan
5.     Pengertian dan manfaat psikologi pendidikan
6.     Manfaat psikologi
7.     Pengertian psikologi pendidikan dan manfaatnya
8.     Pengertian psikologi pendidikan dan manfaat
9.     Psikologi pendidikan dan manfaatnya

Walaupun demikian, pada dasarnya psikologi pendidikan membahas hal-hal sebagai berikut: 
  • Hereditas dan Lingkungan 
  • Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Potensial dan Karakteristik Tingkah laku 
  • Hasil Proses Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Individu yang Bersifat Personal dan Sosial
  • Higiene Mental dan Pendidikan dan
  • Evaluasi Hasil Pendidikan


Senin, 27 Maret 2017

BELAJAR


Menurut Ernest R. Hilgard dalam  belajar  merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.

Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
Latar Belakang Teori Skinner
Seorang aliran Behavioris yaitu IvanP. Pavlov sangat memusatkan perhatiannya pada masalah reflex, karena itujuga Psikologi Pavlov sering disebut sebagai psikologi reflex ataupsychoreflxology. Eksperimen Pavlov yaitu dengan menggunakan anjing sebagaibahan uji coba, melahirkan sebuah teori mengenai pengkondisian klasik atausering disebut Classical Conditioning. Mekanismenya yaitu denganmemasangkan Unconditioned Stimulus bersama Conditioned Stimulusyang pada akhirnya menciptakan Conditioned Response. Hal yangdikemukakan oleh Pavlov ini sedikit banyak mempunyai pengaruh terhadapketertarikan Skinner mengenai pengkondisian tingkah laku.
Para pengamat perilaku manusia sudahtahu kalau manusia umumnya melakukan hal-hal yang memiliki kosekuensimenyenangkan dan menghindar dari melakukan hal-hal yang memiliki konsekuensitidak menyenangkan. Orang yangpertama kali mempelajari perilaku secara sistematis adalah Edward L.Thorndike, yang awalnya bekerja dengan hewan, dan kemudian dilanjutkandengan manusia. Thorndike dalam percobaanya tersebut mendapatkan kesimpulanmengenai perilaku yang teorinya tersebut disebut sebagai law of effect.Seperti, dikatakan oleh Thorndike bahwa perilaku law of effect memilikidua bagian; pertama menyatakan bahwa respon-respon terhadap stimuli yanglangsung diikuti rasa puas cenderung "dilekatkan terhadap diri" ;sementara bagian kedua menyatakan stimuli yang langsung diikuti rasa kecewa "cenderung dilekatkan dari luar". Jika penghargaan (rasa puas) memperkuathubungan antara stimulus dan respon, maka hukuman (rasa kecewa) tidak lantasmenghilangkan hubungan ini. Artinya, menghukum sebuah perilaku sama saja dengan menghambat perilaku tersebut, Bukannya "melekatkan dari luar".
Kemudian pengaruh ketiga dan yang lebih langsung terhadap Skinner adalah pekerjaan JhonB. Watson. Watson berpendapat bahwa perilaku manusia, seperti halnya hewandan mesin, dapat dipelajari dengan objektif. Manusia menyerang bukan hanyakesadaran dan instrospeksi namun, juga konsep insting, sensasi, persepsi,motivasi, kondisi-kondisi mental, jiwa dan imajinasi, Watson berpendapat bahwatujuan psikologi adalah memprediksi dan mengontrol perilaku, dan tujuan inibisa dicapai hanya dengan membatasi psikologi sebagai studi yang objektiftentang kebiasaan yang terbentuk melalui Stimulus-Respon
Seperti halnyaThorndike dan Watson sebelumnya, Burrhus Federic Skinner atau yang lebihdikenal dengan Skinner menekankan bahwa perilaku manusia mestinya dipelajarisecara ilmiah. Kemudian Skinner menemukan sebuah konsep perilaku yangdisebutnya dengan Operant Conditioning. Skinner adalah Seorang psikologkelahiran Susquehanna, Pennsylvania 20 Maret 1904 dan wafat tahun 1990dikarenakan penyakit Leukimia. Skinner berasal dari keluarga sederhana, Ibunyasebagai ibu rumah tangga dan Ayahnya seorang jaksa. Skinner mendapatgelar Sarjana Psikologi dan gelar Doktor dari Universitas Harvard. . Padatahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior ofOrganism dan buku itupun menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunanyang dimulai tahun 1946 dalam masalah "The Experimental an Analysis ofBehavior".  Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal ofthe Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi diAmerika. Tahun 1945, ia menjadi ketua fakultas psikologi di UniversitasIndiana, tiga tahun kemudian beliau mengajar dan berkarir di UniversitasHarvard hingga wafat. Disamping tertarik dengan psikologi, Skinner jugatertarik menjadi novelis, bahkan pergi ke Inggris untuk belajar menjadipenulis, dan sempat bekerja di Greenwich Village, New York. B.F. Skinnermengemukakan pendapatnya bahwa lingkungan (orang tua,guru, dan teman sebaya)memberikan reaksi terhadap prilaku kita baik dengan cara menguatkan ataumenghapus prilaku tersebut. Lingkungan mempunyai pengaruh yang jauh lebih besardalam belajar dan prilaku kita.  Lingkungan memegang peranan kunci untuk memahamiprilaku ( Bales,1990).

Konsep Teori Skinner
Skinner bekerjadengan tiga asumsi dasar, dimana asumsi pertama dan kedua pada dasarnya menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan menjadi merupakan asumsi semua pendekatan ilmiah.
·        Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (behavior ofl awful). Ilmu adalah usaha untuk menemukan keteraturan, menunjukkan bahwaperistiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain.
·        Tingkahlaku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan, tetapi juga meramalkan.Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga peristiwa yang akan datang.Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dapat dilakukannya prediksimengenai tingkah laku yang akan datang dan menguji prediksi itu.
·        Tingkahlaku dapat dikontrol (Behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukkan antisipasi dan menentukan/membentuk(sedikit-banyak) tingkah laku seseorang. Skinner bukan hanya ingin tahubagaimana terjadinya tingkah laku, tetapi dia sangat berkeinginan untukmemanipulasinya. Pandangan ini bertentangan dengan pandangan tradisional yangmenganggap manipulasi sebagai serangan terhadap kebebasan pribadi. Skinnermemandang tingkah laku sebagai produk kondisi anteseden tertentu, sedangkanpandangan tradisional berpendapat tingkah laku merupakan produk perubahan dalamdiri secara spontan.

Skinner membedakan perilaku atas :
·       Perilaku alami (innate behavior), yang kemudiandisebut juga sebagai clasical ataupun respondent behavior, yaitu perilaku yangdiharapkan timbul oleh stimulus yang jelas ataupun spesifik, perilaku yangbersifat refleksif.
·       Perilaku operan (operant behavior), yaitu perilakuyang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak diketahui, namun semata-mataditimbulkan oleh organisme itu sendiri setelah mendapatkan penguatan.

PSIKOLOGI PENDIDIKAN & RUANG LINGKUP

Definisi Psikologi pendidikan Psikologi terdiri atas dua kata, yaitu  psyche  dan  logos, psche  adalah bahasa Yunani yang artinya ji...